Corona Pengaruhi Penggunaan Wifi di Indonesia

Opensignal merilis laporan perubahan perilaku pengguna seluler dan pengalaman jaringan selama aktivitas dipindahkan ke rumah. Seperti diketahui, saat ini diberlakukan work from home yang memungkinkan seseorang bekerja dari rumah sebagai salah satu cara mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Opensignal menganalisis jumlah rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna smartphone yang terhubung ke Wifi (Time on Wifi atau waktu penggunaan Wifi). di berbagai wilayah dan negara.

Persentase waktu yang dihabiskan masyarakat untuk terhubung ke jaringan Wifi dapat meningkat bahkan sebelum pemerintah memberlakukan karantina secara resmi, seperti yang terlihat di banyak propinsi utara Italia selama tahap awal wabah coronavirus.

“Tetapi sekarang, semakin banyak negara ikut menerapkan pembatasan tersebut dan kami mengamati peningkatan Time on Wifi (waktu penggunaan Wifi) tersebut,” ujar Technical Analyst Hardik Khatri dan Senior Analyst Sam Fenwick dalam keterangan resminya.

Laporan tersebut melihat lonjakan di sejumlah negara di dunia dibagi per pekan dari 6-12 Januari 2020 hingga 16-22 Maret 2020.

Secara garis besar terlihat kenaikan yang drastis sejak pekan ketiga Maret di negara-negara seperti Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan juga Asia.

Di Indonesia sendiri juga mengalami kenaikan Time on Wifi, meski lonjakannya tak begitu signifikan. Pada periode 9 hingga 15 Maret 2020 terdapat 33,7 persen dan naik ke 34,7 persen 16 sampai 22 Maret 2020.

Negara lain juga mengalami peningkatan yang signifikan pada minggu ketiga Maret, termasuk Malaysia dan Australia.

“Kami juga melihat adanya tanda-tanda peningkatan Time on Wifi di Thailand. Namun, Time on Wifi menurun di Korea Selatan, kemungkinan dikarenakan berkurangnya kekhawatiran masyarakat setempat untuk sementara ini,” jelas Khatri dan Fenwick

Sementara untuk wilayah Eropa, sampai saat ini lonjakan dari minggu ke minggu tertinggi dicatat oleh pengguna di Spanyol. Sedangkan di Italia, perubahan ini terjadi lebih awal, dengan peningkatan yang sudah dimulai pada minggu terakhir bulan Februari.

Pengguna di Peru mengalami peningkatan dari minggu ke minggu terbesar. Ini adalah minggu dimanankarantina 15 hari mulai diberlakukan di negara tersebut, bersamaan dengan aturan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 05.00.

Sebaliknya, negara bagian Brazil yangpaling parah terkena dampak, São Paulo, tidak memberlakukan lockdown hingga 24 Maret.