Ketika memakai internet, Anda mungkin sering melihat indikator jaringan LTE atau 4G di layar ponsel. Namun, masih banyak pengguna yang menganggap LTE vs 4G sebagai teknologi yang sama, padahal terdapat perbedaan penting yang memengaruhi kecepatan akses, stabilitas jaringan, dan kualitas pengalaman internet secara keseluruhan.
Melalui pembahasan apa perbedaan LTE dan 4G ini, Anda akan memahami karakteristik unik dari setiap jenis jaringan tersebut.
Key takeaways:
- LTE dan 4G sering digunakan bergantian, meski secara teknis memiliki perbedaan standar.
- Kecepatan dan stabilitas jaringan sangat dipengaruhi oleh kondisi lapangan, bukan hanya jenis jaringan.
- Memilih layanan internet sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi penggunaan.
LTE vs 4G: Dimana Perbedaannya?
Untuk menjawab apa perbedaan LTE dan 4G, penting sekali memahami bahwa LTE (Long Term Evolution) pada awalnya merupakan teknologi transisi menuju standar 4G sesungguhnya. Mengacu pada penjelasan UCtel, LTE dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan namun belum memenuhi standar penuh 4G. Hal inilah yang menjelaskan mengapa kecepatan dan stabilitas koneksi LTE sering kali berbeda dengan jaringan 4G yang sebenarnya.
Untuk memahami bagaimana perbedaan keduanya secara mendalam, berikut beberapa aspek utama yang membedakan LTE dan 4G dari sisi teknis hingga penggunaannya sehari-hari.
1. Perbandingan Kecepatan
Dalam pembahasan LTE vs 4G yang mana lebih cepat, berdasarkan Jurnal Suliwa, LTE memiliki kecepatan data yang secara teori bisa mencapai 75–300 Mbps. Sementara itu, 4G biasanya memiliki kecepatan akses sekitar 100 Mbps hingga 1 Gbps.
Baca Juga: Perbedaan 4G dan 5G, Mana yang Lebih Cepat dan Berkualitas?
2. Stabilitas Koneksi
Pertanyaan LTE vs 4G mana yang lebih stabil memang sering muncul. Secara teknis, jaringan 4G memiliki manajemen trafik yang lebih baik dan kapasitas jaringan yang lebih besar, sehingga cenderung lebih konsisten ketika banyak pengguna aktif bersamaan atau saat volume data tinggi. Sementara LTE tidak secara inheren lebih stabil; performanya sangat bergantung pada kondisi jaringan dan cakupan infrastruktur yang tersedia.
Dengan kata lain, meski LTE bisa terasa cukup stabil di area dengan sinyal kuat, 4G secara umum lebih mampu menjaga kestabilan koneksi, terutama di lokasi padat pengguna atau saat digunakan untuk aktivitas berat seperti streaming, video call, atau gaming online.
Baca Juga: Fungsi dan Kelebihan LTE sebagai Jaringan Seluler Modern
3. Latensi dan Respons Jaringan
Selain kecepatan, latensi atau jeda respons jaringan juga menjadi pembeda penting. Menurut Sinsmart, latensi jaringan 4G berada di kisaran sekitar 50 ms, sementara LTE dapat mencatat waktu respons lebih rendah, yakni sekitar 30 ms, tergantung pada kondisi jaringan dan infrastruktur yang digunakan.
Perbedaan ini berpengaruh pada aktivitas yang membutuhkan respons cepat, seperti gim online atau panggilan video.
4. Kapasitas Jaringan
Dari sisi stabilitas di area dengan kepadatan pengguna tinggi, jaringan 4G umumnya dirancang dengan kapasitas yang lebih besar sehingga mampu menangani banyak koneksi secara bersamaan tanpa penurunan performa yang signifikan. Hal ini membuat koneksi tetap relatif stabil di lokasi ramai seperti stadion, konser, atau pusat kota.
Sebaliknya, LTE dalam beberapa implementasi dapat mengalami penurunan kecepatan ketika jumlah pengguna meningkat drastis, karena kapasitas jaringan dan pengelolaan trafiknya tidak selalu seoptimal jaringan 4G yang telah dikembangkan lebih lanjut.
Baca Juga: Cara Mengubah Jaringan E ke 4G, Internetan Jadi Makin Lancar!
Solusi Internet yang Relevan dengan Perbedaan LTE vs 4G
Setelah memahami perbedaan antara LTE vs 4G, termasuk aspek kecepatan dan stabilitas koneksi, penting sekali memilih layanan internet yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Koneksi yang stabil dan cepat akan sangat membantu aktivitas Anda sehari-hari, seperti video conference, streaming, maupun bekerja dari rumah tanpa gangguan.
Sebagai salah satu pilihan layanan internet broadband di Indonesia, internetcepat.id menyediakan paket WiFi rumah dengan kecepatan hingga 200 Mbps serta koneksi tanpa batas kuota dan tanpa FUP, sehingga Anda bisa menikmati pengalaman internet yang lebih konsisten tanpa khawatir penurunan performa di momen‑momen penting.
