RSSI Adalah: Pengertian, Parameter, dan Penyebab

RSSI Adalah: Pengertian, Parameter, dan Penyebab Melemah

Received Signal Strength Indicator atau RSSI adalah parameter penting yang sering luput diperhatikan saat kualitas WiFi menurun. Banyak pengguna fokus pada kecepatan paket internet, padahal kekuatan sinyal menjadi kerangka utama performa jaringan.

Artikel ini membahas bagaimana RSSI bekerja, rentang nilai yang baik, serta faktor teknis yang memengaruhi kualitas penerimaan sinyal WiFi berdasarkan data dan pengukuran yang relevan

Key Takeaways

  • RSSI sinyal adalah indikator untuk menilai seberapa kuat perangkat menerima sinyal WiFi sebelum menilai kecepatan dan stabilitas jaringan.
  • Nilai Received Signal Strength Indicator di atas -65 dBm memberikan kualitas koneksi yang layak untuk aktivitas intensif seperti panggilan video dan streaming.
  • Gangguan fisik, jarak, dan interferensi perangkat lain menjadi penyebab utama penurunan RSSI di lingkungan indoor.

Pengertian RSSI pada jaringan WiFi

RSSI adalah indikator yang menunjukkan seberapa kuat perangkat Anda menangkap sinyal dari access point atau router WiFi. Nilai ini bersifat relatif karena setiap chipset memiliki skala pembacaan berbeda, tetapi arah interpretasinya tetap sama.

Semakin mendekati angka 0, kualitas sinyal semakin kuat, sedangkan nilai mendekati -100 menandakan penerimaan melemah. Dalam praktik jaringan, RSSI WiFi adalah acuan pertama untuk menilai apakah koneksi layak Anda gunakan atau berisiko menimbulkan gangguan.

Ketika nilainya tinggi, perpindahan data berlangsung lebih lancar dengan risiko kehilangan paket yang lebih rendah.

Baca Juga: Kenapa Jaringan WiFi Tidak Muncul​? Ini Penyebab dan Solusinya

Apa Parameter RSSI yang Bagus?

Di bawah ini merupakan beberapa parameter Received Signal Strength Indicator yang bisa Anda anggap bagus. Adapun parameter RSSI yang bagus adalah sebagai berikut.

1. Rentang Nilai Received Signal Strength Indicator

Nilai RSSI di bawah -90 dBm menunjukkan sinyal berada di batas kemampuan penerima sehingga koneksi sering terputus. Rentang -80 dBm hingga -70 dBm masih dapat kita gunakan, tetapi performanya menurun pada aktivitas berat.

Lalu, kisaran -67 dBm sampai -30 dBm dianggap baik karena mampu menangani streaming, panggilan suara, serta aktivitas daring lain tanpa gangguan berarti. Jika nilai berada di atas -30 dBm, perangkat biasanya terlalu dekat dengan pemancar sehingga kualitas justru bisa turun.

2. Kebutuhan Aplikasi Berbasis WiFi

Aplikasi panggilan suara dan video memerlukan Received Signal Strength Indicator sekitar -65 dBm agar kualitas tetap stabil. Aktivitas seperti browsing masih berjalan pada nilai lebih rendah, tetapi respons jaringan melambat. 

Pada jaringan 5 GHz, Anda memerlukan nilai RSSI sedikit lebih tinggi dibanding 2,4 GHz karena daya tembus sinyalnya lebih rendah.

3. Faktor Lingkungan Pada Nilai Rssi 

Penempatan perangkat menjadi faktor lain  terhadap kekuatan sinyal. Menurut penelitian tentang Pengaruh Ketinggian Perangkat WiFi di Lingkungan Indoor, pemasangan pada ketinggian 120 cm menghasilkan rata-rata RSSI lebih kuat jika membandingkannya pada 50 cm maupun 230 cm.

Hasil ini menunjukkan posisi terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menurunkan kualitas penerimaan. Struktur ruangan seperti dinding dan material bangunan ikut memengaruhi nilai yang diterima perangkat pengguna.

4. Target Nilai Operasional Jaringan

Secara umum, RSSI adalah indikator yang sebaiknya berada di atas -80 dBm agar koneksi tetap layak digunakan. Untuk aktivitas sensitif terhadap jeda waktu, nilai mendekati -65 dBm memberikan hasil paling stabil. Nilai di bawah ambang tersebut masih berfungsi, tetapi performa jaringan akan terasa menurun pada penggunaan yang intens.

Baca Juga: Mengenal Access Point: Definisi, Fungsi, Serta Jenisnya!

Penyebab RSSI Melemah

Jarak antara perangkat pengguna dengan router menjadi faktor paling sering memengaruhi Received Signal Strength Indicator. Penghalang fisik seperti tembok, lantai, serta objek logam menurunkan kekuatan sinyal secara signifikan.

Perangkat elektronik lain yang memancarkan gelombang radio turut meningkatkan gangguan sehingga kualitas koneksi menurun meskipun jaraknya dekat.

Baca Juga: Jaringan Bermasalah? Ini Dia Cara Mengatasi Troubleshoot WiFi

Sudah Paham Apa itu RSSI?

RSSI adalah tolok ukur yang menentukan apakah jaringan WiFi mampu bekerja stabil atau justru memicu gangguan berulang. Jika Anda paham nilai RSSI yang tepat, Anda dapat mengambil langkah untuk menjaga kualitas koneksi tetap optimal. Metode ini memungkinkan aktivitas digital berjalan lebih lancar.

Bagi Anda yang berada di area tanpa jaringan fiber optic, Internet Wireless Broadband menjadi alternatif praktis untuk menjaga RSSI tetap stabil. Instalasi lebih cepat, jaringan tanpa kabel, serta dukungan teknis 24 jam memberi ketenangan dalam penggunaan harian. Pilihan paket mulai 10 Mbps hingga 50 Mbps tersedia tanpa batas kuota. 

Hubungi WhatsApp +62 811 6330092 untuk konsultasi dan pemasangan sesuai kebutuhan Anda.